Sebut saja dia hati.
Sekarang dia telah pulang dan menemukan penghuni baru rumahnya,
setelah sekian lama dibiarkan kosong dan lengang.
Dulu setiap celah dalam ruangan terbalut debu,
begitu dingin, kaku dan tertutup.
Kini justru menjadi tempat favorit untuk saling bercerita panjang lebar tanpa perlu peduli akan gengsi
Sikap sederhana namun begitu manis berhasil menghangatkan seluruh lapisan,
menjadikan tiap ruangan layaknya ruang keluarga.
Nyaman dan hangat.
Betah tanpa mau beranjak pergi.
Dan setiap pertemuan itu pasti memiliki maksud tersendiri...
Tak ada kebetulan.
Hanya ada bentuk aksi dan reaksi yang saling bersinergi....
Welcome home!
Rabu, 26 September 2012
Senin, 20 Agustus 2012
Asal Muasal Petir
Petir itu terjadi kalau atmosfer tidak stabil.
Panas bumi membuat udara di permukaan jadi panas, dan udara panas ini bergerak naik... terus, teruuus
Mereka berkelompok di sekitar udara yang lebih dingin, sampai terbentuklah awan kumulonimbus, yang di dalamnya ion positif-negatif bergumul,
bergumul , jadi kekuatan listrik yang besar, kemudian ----- BUM!
Jadi petir terjadi ketika Bumi dan Langit ingin menyamakan persepsi.
Kalau terdengar suara guntur di luar sana, artinya ada konflik yang sedang berusaha diselesaikan....
Alam tidak pernah berhenti membersihkan dirinya.....
(Supernova - Petir)
Panas bumi membuat udara di permukaan jadi panas, dan udara panas ini bergerak naik... terus, teruuus
Mereka berkelompok di sekitar udara yang lebih dingin, sampai terbentuklah awan kumulonimbus, yang di dalamnya ion positif-negatif bergumul,
bergumul , jadi kekuatan listrik yang besar, kemudian ----- BUM!
Jadi petir terjadi ketika Bumi dan Langit ingin menyamakan persepsi.
Kalau terdengar suara guntur di luar sana, artinya ada konflik yang sedang berusaha diselesaikan....
Alam tidak pernah berhenti membersihkan dirinya.....
(Supernova - Petir)
Minggu, 12 Agustus 2012
Hujan Turun, Terus?
Pernah nggak ketika hujan turun, kita justru mengeluh?
Atau malah sibuk mempertanyakan kenapa hujan harus terjadi?
Semisal.....
'Yah kok hujan sih?'
'Ganggu banget nih hujan. Mbok ojo turun dulu ngopo sih?'
'Coba kalo nggak hujan.....'
'Hujannya rese, nggak tau apa gue punya urusan penting?'
Atau parahnya begini....
'Ah aku benci hujan! Ngrusak semuanya!'
'Tuhan... Kenapa harus hujan? Berhentiin dong, Tuhan'
'Hujan itu menghambat semuanya!'
'Yah hujan emang pengganggu. Tuhan nggak pengertian :('
And many more complain about this phenomenon.
Tapi sebenernya, in fact bahwa saat hujan itu justru waktu dimana Allah berada dekat pada umatnya, waktu Dia mendengar dan ma'bulnya do'a.
Atau malah sibuk mempertanyakan kenapa hujan harus terjadi?
Semisal.....
'Yah kok hujan sih?'
'Ganggu banget nih hujan. Mbok ojo turun dulu ngopo sih?'
'Coba kalo nggak hujan.....'
'Hujannya rese, nggak tau apa gue punya urusan penting?'
Atau parahnya begini....
'Ah aku benci hujan! Ngrusak semuanya!'
'Tuhan... Kenapa harus hujan? Berhentiin dong, Tuhan'
'Hujan itu menghambat semuanya!'
'Yah hujan emang pengganggu. Tuhan nggak pengertian :('
And many more complain about this phenomenon.
Tapi sebenernya, in fact bahwa saat hujan itu justru waktu dimana Allah berada dekat pada umatnya, waktu Dia mendengar dan ma'bulnya do'a.
Apabila Allah memberi nikmat hujan, dianjurkan bagi seorang muslim dalam rangka bersyukur kepada-Nya untuk membaca do'a,
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
"Allahumma shoyyiban naafi'aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]."
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, "Dianjurkan untuk berdo'a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
'Carilah do'a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun."
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ
"Janganlah kamu mencaci maki angin (hujan)."
Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo'a,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
"Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan]."
Berarti ketika hujan, kita tidak diperbolehkan mencela atau ingin membuatnya berhenti?
Aku tertegun pas Nabi bilang Beliau ingin cuaca menjadi cerah, tapi Dia tidak memaksakan hujan berhenti. Dia hanya berdo'a agar paling tidak hujan tetap terjadi namun tidak di atas kepalanya, melainkan di tempat-tempat lain yang lebih bermanfaat.
Subhanallah aku juga nggak paham kenapa tiba-tiba ngepost tentang begini....
Mungkin agar aku lebih menghargai hujan :))
Kamis, 26 Juli 2012
Anak Jalanan (Lyric)
Anak jalanan kumbang
metropolitan
Selama ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian
Tiada tempat untuk mengadu
Tempat mencurahkan isi kalbu
Cinta kasih dari ayah dan ibu
Hanyalah peri yang palsu
Anak perawan kembang metropolitan
Selalu resah dalam penantian
Anak perawan korban keadaan
Selalu menanti dalam keresahan
Tiada restu untuk bertemu
Restu menjalin hidup bersatu
Kasih sayang dari ayah dan bunda
Hanyalah adat semata
Anak gedongan lambang metropolitan
Menuntut hidup alam kedamaian
Anak gedongan korban kesibukan
Hidup gelisah dalam keramaian
Tiada waktu untuk bertemu
Waktu berkasihan dan mengadu
Karena orang tua metropolitan
Hanyalah budak kesibukan
Anak jalanan metropolitan
Anak jalanan metropolitan
Selama ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian
Tiada tempat untuk mengadu
Tempat mencurahkan isi kalbu
Cinta kasih dari ayah dan ibu
Hanyalah peri yang palsu
Anak perawan kembang metropolitan
Selalu resah dalam penantian
Anak perawan korban keadaan
Selalu menanti dalam keresahan
Tiada restu untuk bertemu
Restu menjalin hidup bersatu
Kasih sayang dari ayah dan bunda
Hanyalah adat semata
Anak gedongan lambang metropolitan
Menuntut hidup alam kedamaian
Anak gedongan korban kesibukan
Hidup gelisah dalam keramaian
Tiada waktu untuk bertemu
Waktu berkasihan dan mengadu
Karena orang tua metropolitan
Hanyalah budak kesibukan
Anak jalanan metropolitan
Anak jalanan metropolitan
*How? Nancep banget kan liriknya?
Dalem dan meninggalkan bekas.
*Dinyanyikan oleh Ikang Fauzi dalam soundtrack 'Anak Jalanan'
Dan dipopulerkan lagi oleh Sandy Sandoro (For your information)
Rabu, 04 Juli 2012
Beautiful Places in Deutschland
Halooo lama tak berjumpa. Untuk kali ini sih aku cuma mau bagi-bagi gambar.
Gambar yang mampu memotivasi diri sendiri.
Entah akan bagaimana selanjutnya dan bagaimana menjangkaunya, tapi memiliki keinginan bukan sebuah dosa kan?
Tempat-tempat ini indah bukan?
Aku memang belum pernah melihat surga, tapi karena liat kota-kota itu jadi merasa yakin bahwa surga itu ada!
Bahkan akan lebih indah tentunya :)
Gambar yang mampu memotivasi diri sendiri.
Entah akan bagaimana selanjutnya dan bagaimana menjangkaunya, tapi memiliki keinginan bukan sebuah dosa kan?
![]() |
| Berlin |
![]() |
| Frankfurt |
![]() |
| Munich |
![]() |
| Muenchen |
![]() |
| Bremen |
![]() |
| Hannover |
![]() |
| Potsdam |
![]() |
| Kiel |
![]() |
| Magdeburg |
![]() |
| Erfurt |
![]() |
| Wiesbaden |
![]() |
| Schwerin |
![]() |
| Mainz |
![]() |
| Dusseldorf |
![]() |
| Dresden |
![]() |
| Saarbucken |
Aku memang belum pernah melihat surga, tapi karena liat kota-kota itu jadi merasa yakin bahwa surga itu ada!
Bahkan akan lebih indah tentunya :)
Jumat, 18 Mei 2012
Supernova - Akar
Ditulis oleh Dewi Lestari di Supernova Akar
Engkaulah gulita yang memupuskan
segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan
dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju
tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu...
(catatan pada satu malam dingin hingga masuk angin)
Minggu, 13 Mei 2012
Menuju Puncak .....
Sebenernya ini pengalaman pertama
buatku ikutan acara naik gunung beginian. Tujuan pertama ke Gunung Lawu, di daerah sekitar perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan ketinggian 3265 mdpl. Minim pengalaman tapi nekat aja tuh
bilang ikut pas diajakin yang lain. Bermodal nekat pun kita yang berjumlah
sekitar 45 orang itu berangkat hari Sabtu Siang pake truk. Perjalanan ke daerah
sekitar Tawangmangu itu memakan waktu hampir 4 jam-an. Berasa kayak ikut Kuliah
Lapangan ataupun Forestry Camping jilid kedua.
Sesampainya di basecamp, hujan
pun malah dateng dan makin deres. Dengan terpaksa kita semua mulai naik dengan
kondisi ekstrim. Kami dibagi jadi beberapa kloter yang per kloternya ada
sekitar 8 orang. Melewati pos bayangan yang
menurutku track-nya lumayan terjal dan jauh. Perjalanan dilanjutkan ke Pos 1
dan Pos 2. Selama perjalanan, temen kami, Riassalma udah mulai keliatan capek,
karenanya di Pos 2 Rias merasa nggak sanggup buat lanjut. Di Pos 3 pun Nisa
juga memutuskan buat ngecamp di sini dengan alasan yang sama.
Dengan anggota yang berkurang,
kita kloter 4 tetep lanjut ke atas. Wuih dinginnya angin lembah itu bener-bener
nusuk tulang dan karena nggak punya cadangan lemak, aku takut kena hipotermia.
Serius. Tapi nggak kerasa udah nyampe pos 4 dan kita mutusin buat ngecamp.
Paginya kita lanjutkan perjalanan ke Sendang Drajat lalu lanjut ke Pos 5 dan beberapa jam kemudian
sampailah di Puncak Hargo Dumilah. Total waktu perjalanan kami ditambah dengan istirahat hmmm sekitar 14 jam-an dari mulai naik jam 8 malem dan nyampe puncak jam 10an siang. Seneng sih, tapi saya juga mikirin nih,
perjalanan belum selesei, masih ada perjalanan turun yang kata orang-orang
lebih berat. NAH!
Dan terbukti selama perjalanan
turun itu lebih membutuhkan ekstra kekuatan kaki. Lutut yang selalu ditahan
tiap menuruni tapak-tapak, jari-jari kaki yang kesandung kesana kemari karena track
yang licin. Sungguh suatu perjuangan deh!
Tau nggak? Perjalanan pulang yang
memakan waktu sekitar 5-6 jam itu dilewati lagi dengan cuaca yang ekstrim, ya
hujan deres. Entah kenapa saya merasa capek banget, karena semalaman nggak
tidur atau emang udah kecapekan, rasanya pengen cepet-cepet sampe basecamp.
Tapi liat perjalanan pulang yang nggak berujung itu jujur membuat semangat jadi malah
down.
Akhirnya sampe basecamp juga
dengan nyawa yang untungnya masih ada beberapa persen. Basah semua, super kedinginan dan liat
temen-temen lain, Rias dan Nisa, saya langsung aja tuh ‘ndelosor’ ke bawah. Dan
nangis! Wakakakakaka Bukan tanpa alasan tuh nangis, karena di atas saya nahan
capek dan berusaha sama sekali nggak ngeluh, baru deh sampai di bawah saya
nangis sebagai bentuk rasa seneng dicampur capek yang nggak ketulungan.
Dan nggak percaya aja orang dengan ukuran semini saya bisa juga nyampe puncak dan bisa turun dengan Alhamdulillah selamat sentosa tak kurang apapun :)
Dan nggak percaya aja orang dengan ukuran semini saya bisa juga nyampe puncak dan bisa turun dengan Alhamdulillah selamat sentosa tak kurang apapun :)
Terima kasih. Pengalaman saya
bertambah karena perjalanan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)














